Tampilkan postingan dengan label Minat Belajar. Tampilkan semua postingan

  • Pola Asah Asih Asuh Dalam Mendidik Anak

    pola asah asuh asih dalam mendidik anak
    Perkembangan anak sangat dipengaruhi banyak hal.  Salah satunya adalah lingkungan dan pola asuh orang tua dalam mendidik anak.  Tanpa pemberian kasih sayang yang baik maka potensi anak tidak akan mampu berkembang secara baik.  Kasih sayang orang tua sangat mempengaruhi kecerdasan anak terutama ketika anak memasuki usia emas mereka.  Interaksi yang baik antara orang tua dengan anak akan mampu mengoptimalkan segala kemampuan yang dimiliki anak.

    Tapi sayangnya saat ini para orang tua banyak yang mengabaikan akan pentingnya interaksi orang tua dengan anaknya.  Terutama untuk para orang tua yang dua-duanya mengejar karier dan lebih mempercayakan pengasuhan anaknya kepada orang lain.  Padahal ikatan batin antara orang tua dengan anak akan bisa terjalin dengan erat manakala hubungan keduanya terdapat kegiatan interaksi yang berkesinambungan dan komunikasi yang baik.

    Salah satu yang mesti kita perhatikan dalam mendidik anak pada usia emasnya atau Golden Age adalah pola asah, asuh dan asih.  Ketiganya ini menarik untuk dicermati dan dipelajari lebih dalam lagi agar pemberian pola pengasuhan dan perawatan kepada anak bisa maksimal.  Antara pola asah, asuh dan asih memiliki karakteristik dan definisi sendiri-sediri dan saling berkaitan.

    1. Pola asah

    Pola asah anak adalah upaya kegiatan untuk merawat anak yang bertujuan untuk mengasah dan merangsang segala kemampuan yang dimiliki anak dan memunculkan bakatnya yang masih tersimpan yang dilakukan secara konsisten dan berkisanambungan.  Hal yang bisa dilakukan dalam mengasah kemampuan anak adalah dengan memberikan pola pendidikan dan pembelajaran.

    Proses pendidikan dan pembelajaran kepada anak hendaknya dioptimalkan ketika anak memasuki usia emas.  Rentang usia yang perlu dimaksimalkan adalah usia dari 0 hingga 6 tahun.  Pada usia tersebut anak akan mengalami peningkatan perkembangan yang pesat terutama perkembangan otaknya.  Hampir 80 persen perkembangan otak anak berkembang pada usia emas tersebut.

    2. Pola asih

    Penerapan pola asih yang baik kepada anak akan memperkuat hubungan batin antara orang tua dan anak.  Hubungan batin yang kuat akan memupuk rasa kasih sayang antara anak, orangtua dan antar sesama.

    Berikan pujian, penghargaan, kasih sayang pengalaman baru, rasa tanggung jawab dan kemandirian kepada anak.  Pola asih yang benar kepada anak akan mampu untuk memaksimalkan perkembangan kecerdasan emosi anak.  Karena kecerdasan emosi memegang peranan penting dalam menyukseskan anak.  Berikanlah teladan yang baik di dalam lingkungan keluarga agar anak bisa meniru kebiasaan baik tersebut dan tentunya anak akan merasakan kasih sayang dari orang tuanya.  Sebaiknya para orang tua menghindari pola pendidikan yang keras, kasar dan menyeramkan.  Jangan membangun benteng ketakutan kepada anak karena bisa mempengaruhi kecerdasan emosinya.

    3. Pola asuh

    Pola asuh kepada anak adalah kegiatan membesarkan anak yang berkaitan dengan cara merawat anak dalam kehidupan sehari-hari.  Baik itu yang berhubungan dengan asupan gizi, kebutuhan tempat tinggal hidup yang layak, pakaian yang bersih dan nyaman serta kebutuhan akan kesehatan anak.  Kebutuhan tersebut juga memiliki peranan penting untuk pertumbuhan anak.  Terutama kebutuhan akan gizi untuk membantu tingkat kecerdasan anak.  Anak yang cerdas memerlukan energi yang cukup sehingga pemenuhan akan kualitas gizi anak juga perlu diperhatikan dengan baik. Sedangkan untuk membantu menjaga kesehatan anak diperlukan tempat tinggal dan pakaian yang bersih dan nyaman.

    Pola asah, asih dan asuh harus dikombinasikan secara baik agar segala kebutuhan yang diperlukan untuk perkembangan anak dapat terpenuhi secara sempurna.  Kerja sama yang baik antar orang tua akan membuat kegiatan membesarkan anak dan penerapan pola asah asuh dan asih dapat berjalan dengan baik tanpa ada ketimpangan beban di masing-masing orang tua.  Menikmati proses dalam merawat dan mendidik anak akan membuat perjalanan hidup terasa luas dan membahagiakan.

    Pola Asah Asih Asuh Dalam Mendidik Anak

    1
  • Cara Melatih Anak Puasa Di Bulan Ramadhan

    Tips Melatih Anak Puasa
    Tips dan kiat praktis melatih anak-anak berpuasa di bulan ramadhan.  Memulai dan mengajari anak berpuasa hendaknya dilakukan sejak anak usia dini.  Kita bisa melatih anak berpuasa sejak usia anak 7 tahun.  Meskipun di bawah usia tersebut juga bisa dilakukan sesuai dengan kemauan dan kemampuan anak.  Karena biasanya anak-anak di bawah umur tersebut sudah ada yang bisa berpuasa di bulan ramadhan.

    Kewajiban berpuasa merupakan kewajiban yang harus ditunaikan terutama bagi seseorang yang sudah baligh.  Berpuasa ini harus mulai diajarkan kepada anak sejak dini agar ketika anak sudah dewasa sudah terbiasa menjalankan puasa.  Mengapa puasa ini harus dijalankan?  Karena keutamaan dan manfaat dari berpuasa yang sangat banyak dan merupakan salah satu rukun Islam.

    "Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah 184)

    Agar memudahkan dalam mengajari anak berpuasa, ada beberapa teknik dan cara yang mesti kita praktekkan agar anak mau menjalankan ibadah puasa.  Karena biasanya anak akan mengeluh dan minta berbuka terlebih dahulu ketika sedang berpuasa.

    Berikut ini adalah tips dan kiat efektif mengajari dan melatih anak berpuasa

    1. Buat suasana ramadhan ada dalam rumah.  Beri pengertian kepada anak tentang seputar ramadhan dan cerita-cerita tentang ramadhan agar anak memahami ketika memasuki bulan ramadhan.  Lebih baik lagi jika juga menjelaskan tentang hari raya idul fitri buah dari bulan ramadhan.

    2. Jadilah orang tua teladan dengan memberikan contoh berpuasa yang baik.  Jangan menunjukan rasa lapar dan rasa haus kepada anak.  Jalankan puasa dengan penuh semangat dan tidak banyak mengeluh.

    3. Ajarkan berpuasa kepada anak secara bertahap.  Bagunkan anak ketika sahur dan beri anak kelonggaran berbuka.  Kita bisa melatih dengan memberikan anak berbuka pada pukul sepuluh atau pada tengah hari.  Setelah itu latih kembali untuk menjalankan puasanya.

    4. Agar anak semangat untuk berpuasa maka kita bisa menyiapkan menu kesukaan anak.  Siapkan menu sahur dan berbuka sesuai selera anak.

    5. Ketika anak sedang menjalankan puasa maka sebaiknya sembunyikan terlebih dahulu makanan-makanan agar tidak mengundang anak untuk berbuka puasa.

    6. Ketika anak sudah mulai mengeluh ingin berbuka maka kita bisa memberikan kesibukan kepada anak.  Untuk sementara kita bisa menyiapkan permainan kesukaan anak agar anak sedikit terlupakan tentang keinginannya berbuka.  Atau kalau memungkinkan temani anak bermain bersama.

    7. Jangan memaksakan anak apabila anak memang sudah tidak kuat melanjutkan puasanya.

    8. Buatlah kompetisi dengan saudara yang lain agar anak semangat berpuasa.  Berilah penghargaan bagi anak yang mampu menjalankan puasa secara penuh.  Bisa juga dengan memberikan rangsangan dengan menyiapkan beberapa hadiah apabila anak mau menjalankan puasa sesuai dengan kesepakatan.

    Bulan ramadhan merupakan bulan istimewa yang tidak boleh berlalu begitu saja.  Jadikan bulan ramadhan sebagai bulan tarbiyah atau bulan pendidikan untuk anak.  Termasuk melatih anak berpuasa.  Selain perintah agama puasa juga memiliki efek positif terhadap kesehatan badan.  Mari ajarkan anak berpuasa sejak anak usia dini.  Semoga tips dan cara di atas bisa membantu dalam mendidik anak menjalankan ibadah puasa.

    Cara Melatih Anak Puasa Di Bulan Ramadhan

    0
  • Cara Agar Anak Semangat Pergi Sekolah

    Cara dan tips anak semangat sekolah
    Pergi ke sekolah bagi anak-anak bisa menjadi momok yang menakutkan baginya. Apalagi kalau anak mendapatkan pengalaman yang kurang menyenangkan di sekolah ataupun ketika masa-masa anak baru pertama kali masuk sekolah.  Sehingga tak sedikit para orang tua mengeluhkan kondisi anaknya yang tidak semangat untuk berangkat atau masuk sekolah.

    Hal yang biasanya dilakukan anak ketika malas berangkat sekolah bisa dengan anak malas bangun, sulit diajak mandi bahkan anak cenderung rewel ataupun malah marah-marah kepada orang tua.  Pelampiasan anak untuk enggan masuk sekolah bisa jadi tiap anak akan berbeda-beda, tapi pada intinya sama yaitu anak tidak ada semangat untuk masuk sekolah.

    Sebagai orang tua harus sabar dalam menghadapi anak yang sedang mengalami masa tidak semangat untuk sekolah.  Penggunaan kekerasan malah akan memberikan efek negatif yang nantinya akan bisa berpengaruh terhadap perkembangan anak.  Nah, untuk membantu para bunda agar anak kembali semangat masuk sekolah, berikut ini ada tips dan cara agar anak tetap semangat sekolah.

    Cara dan tips yang bisa dipraktekkan

    1. Banyak teman

    Motivasi pertama yang bisa diberikan kepada anak adalah tentang lingkungan sekolah yang akan memberikan banyak teman.  Berikan penjelasan tentang enaknya banyak teman dan manfaatnya.  Ceritakan tentang kebaikan-kebaikan teman-temannya agar anak semangat untuk belajar ke sekolah.

    Sebaiknya hindari dulu menjelaskan kepada anak tentang manfaat dari ilmu yang diberikan di sekolah.  Meskipun hal tersebut juga penting tapi ada saatnya hal tersebut bisa disampaikan kepada anak.  Menceritakan suasana di sekolah baik itu kondisi mainan di sekolah, bertukar cerita dengan teman lainnya, aneka permainan yang bisa dimainkan dengan teman lainnya akan memberikan citra bahwa sekolah itu menarik dan hal ini akan memberikan daya tarik tersendiri pada anak.

    2. Learn is Fun

    Anak-anak belum memahami dengan baik akan pentingnya ilmu di sekolah.  Oleh karena itu agar muncul ketertarikan anak dengan proses belajar di sekolah maka kita bisa mengajak anak belajar sambil bermain di akhir pekan.

    Salah satu media yang bisa kita gunakan yaitu dengan mengajak anak jalan-jalan yang disesuaikan dengan pengetahuan di sekolah.  Misalnya ke kebun binatang, agrowisata ataupun museum.  Selama masa jalan-jalan tersebut maka kita akan bisa memberikan informasi dan pengetahuan secara umum kepada anak yang kita kaitkan dengan pelajaran di sekolah.

    3. Mempelajari lingkungan sekolah

    Hal ini bisa kita terapkan manakala anak baru memasuki sekolah pertamanya.  Karena biasanya anak akan merasa takut ketika hari pertama masuk sekolah.  Untuk mengurangi hal ini maka kita bisa mengajak anak-anak untuk berkeliling di sekolah dan mengenal lebih dekat tentang sekolah barunya.  Berikan hal-hal yang menarik tentang sekolah barunya.

    4. Berikan sarapan kesukaan anak

    Sarapan atapun makanan bisa menjadi hal yang menarik untuk anak agar anak mau bangun pagi.  Cobalah berkreasi dan tanyakan kepada anak tentang menu makanan yang disukainya.  Selain dengan menyediakan sarapan maka kita juga bisa membekali anak dengan makanan favoritnya.

    5. Barang baru

    Biasanya anak akan semangat manakala ada barang baru yang dimilikinya.  Manfaatkan hal ini dengan memberikan anak barang baru baik itu peralatan sekolah ataupun aksesori pakaiannya seperti sepatu atau tas.  Sisihkanlah sedikit anggaran untuk membeli barang baru karena anak akan menyukai hal-hal yang baru.

    6. Mengantar anak

    Luangkanlah waktu untuk mengantar anak ke sekolah.  Ciptakan suasana dalam perjalanan dengan suasana yang menyenangkan.  Kita bisa mengajak anak sambil mengobrol selama perjalanan ke sekolah.

    7. Sapa dan sambut anak ketika pulang sekolah

    Meskipun hal ini terlihat sepele namun hal ini akan mampu memberikan semangat kepada anak untuk tetap sekolah.  Sebaiknya hindari pertanyaan kepada anak tentang hasil akademisinya selama di sekolah, misalnya bagaimana nilai ulangannya, dapat juara atau tidak.  Tapi sebaiknya hal yang ditanyakan kepada anak adalah bagaimana sekolah anak, menyenangkan atau tidak.  Dengan menanyakan ini maka anak akan bercerita tentang keadaan dia di sekolah.  Dan tentunya anak juga akan menceritakan sendiri hasil akademisinya.

    Berangkat ke sekolah harus dikondisikan dalam suasana yang 
    menyenangkan agar anak tetap semangat belajar.  Hal yang terpenting adalah jalinan komunikasi antara orang tua dengan anak.  Kedekatan inilah yang nantinya akan membangun jiwa anak dan dengarkanlah segala keluhan yang disampaikan anak.  Tips dan cara membangkitkan agar anak tetap semangat berangkat ke sekolah bisa dipraktekkan dalam lingkungan keluarga kita.  Semoga bermanfaat.

    Cara Agar Anak Semangat Pergi Sekolah

    0
  • Cara Mengatasi Anak yang Malas Belajar Paling Efektif


    Belajar merupakan aktivitas rutin dari seorang anak. Belajar sebagai sarana perkembangan anak secara kognitif maupun sosial. Manusia tumbuh dengan belajar dan tidak ada batasan kapan belajar itu harus berhenti. Kemampuan seseorang pun dinilai baik apabila memiliki kemampuan belajar yang baik. Namun kemampuan belajar yang baik tidak ada pada semua orang. Perlu latihan atau paparan tentang pentingnya belajar pada anak sejak dini. Anak cenderung lebih suka bermain dan aktif sehingga aktivitas belajar menurutnya sangat membosankan, atau bahkan tidak penting. Banyak anak yang malas belajar, sehingga perlu solusi solusi untuk mengatasi anak yang malas belajar. Berikut ini adalah cara- cara mengatasi anak yang malas belajar
    1. Membuat Jadwal Belajar
    Cara pertama adalah mengajarkan anak membuat jadwal belajar. Jangan lupa libatkan anak dalam membuat jadwal ini dan mintalah persetujuannya agar anak mampu melaksanakan jadwal. Jadwal yang dibuat bisa juga meliputi waktu bermain dan waktu belajar. Apabila anak terlihat bosan dan malas belajar sesuai jadwal, orang tua harus tegas dan menganjurkan anak melaksanakan sesuai jadwal. Hal ini perlu diterapkan perlahan dan terus menerus agar anak terbiasa.
    1. Menyesuaikan suasana belajar yang diinginkan
    Kemampuan anak dalam belajar berbeda- beda. Ada anak yang suka belajar ada juga yang mudah bosan. Ayah dan Ibu bisa membantu memodifikasi suasana belajar anak agar lebih efektif. Sekali- kali gunakan metode belajar yang tidak hanya membaca atau menulis saja, misalnya melalui tontonan edukatif dan belajar menirukan. Tontonan edukatif bisa menggunakan alat elektronik seperti TV dengan acara edukatif dan pengawasan orang tua.
    Penyesuaian suasana belajar ini juga bisa dilakukan dengan memodifikasi. Modifikasi seperti tempat belajar misalnya bentuk meja belajar, cahaya atau lampu belajar, akses terhadap informasi/ buku, dan lainnya.

    1. Berikan dukungan pada anak
    Berikan dukungan pada anak dalam belajar. Orang tua bisa memberikan dukungan dengan persiapan belajar berupa makanan yang bergizi. Apabila anak terlihat malas belajar, tanyakan kenapa, apa kesulitannya? Dengan begitu orang tua tahu cara untuk membantu semangat belajar anak. Jangan marahi anak saat mendapatkan nilai jelek. Berikan dukungan bahwa itu juga merupakan proses belajar dan anak bisa dapat nilai lebih baik selanjutnya.

    1. Mengulangi pelajaran di sekolah
    Anak yang malas belajar mungkin juga disebabkan karena distraks untuk bermain lebih tinggi. Untuk tetap membuat anak memahami materi sekolahnya dan menghindari rasa malas belajar setelah bermain sepulang sekolah perlu disiasati. Orang tua bisa menyiasati pola belajar anak dengan memberikan bimbingan melajar mengulas pelajaran sekolah. Sepulang sekolah orang tua membantu anak untuk mengulas pelajaran sekolah dan menyelesaikan tugas sekaligus. Setelah semuanya selesai barulah anak diperbolehkan untuk bermain.

    1. Belajar menjelang tidur
    Salah satu cara belajar yang efektif adalah belajar menjelang tidur. Namun hal ini beresiko anak akan lebih cepat mengantuk. Belajar menjelang tidur dapat memberikan tingkat konsentrasi yang lebih tinggi dan daya ingat yang lebih tajam terhadap apa yang dipelajari.
    1. Berikan batas waktu belajar

    Anak malas belajar karena menganggap aktivitas belajar itu membosankan dan lama. Maka berikan batasan waktu belajar pada anak. Berikan pengetian bahwa belajar tidak selalu lama asalkan apa yang harus dipelajari sudah dilakukan. Berikan kesempatan anak untuk melakukan hal lainnya apabila jenuh belajar, namun jadwal belajar harus tetap sesuai dengan jadwal.
    1. Pelajari tipe belajar anak
    Cara mengatasi anak yang malas belajar, yaitu dengan memahami tipe belajar anak. Tipe belajar masing- masing anak berbeda- beda sehingga perlu pemahaman orang tua agar bisa menyesuaikannya. Tipe belajar yang cocok akan lebih efektif meningkatkan kemampuan anak menyerap apa yang dipelajari.
    1. Dampingi anak belajar
    Terkadang, orang tua juga perlu mendampingi anak dalam belajar. Ada kesulitan- kesulitan tertentu yang akan dialami anak dalam belajar sehingga orang tua bisa membantunya. Mendampingi anak dalam belajar juga meningkatkan rasa percaya diri anak saat menerima pengetahuan baru. Cara ini juga mengurangi rasa malas anak karena rasa senang dengan kebersamaan yang diberikan orang tua dalam belajar.
    1. Berikan reward atau penghargaan
    Hadiah atau reward diberikan apabila anak mau belajar dengan rajin atau mendapatkan nilai bagus sebagai hasil dari usaha belajarnya. Perlu juga untuk memberikan pujian pada anak. Reward atau pujian pada anak akan memberikan tambahan semangat dalam belajar. Penghargaan yang diberikan pada anak tidak selalu benda, namun juga bisa berupa liburan akhir pekan bersama keluarga.

    1. Beli buku- buku yang menarik
    Koleksi buku- buku yang menarik membantu proses belajar anak agar tidak membosankan. Contohnya buku dengan gambar- gambar lucu atau buku berwarna- warni. Tampilan buku yang demikian akan meningkatkan semangat anak dalam belajar dan juga melatih kemampuan kognitifnya lebih baik. Bentuk bentuk dan warna- warna yang berbeda beda meningkatkan ketertarikan anak untuk belajar dan juga meningkatkan mood belajar.
    1. Belajar sambil bermain
    Cara mengatasi anak yang malas belajar lainnya, yaitu dengan menerapkan metode belajar sambil bermain. Pada anak usia pre school ini sangat efektif. Anak lebih berminat atau bersemangat dengan pola belajar sambil bermain. Misalnya belajar angka dengan menggunakan balok balok susun yang warna warni. Metode belajar seperti ini, sekaligus melatih perkembangan kognitif dan motorik anak agar lebih aktif.

    1. Orang tua tidak boleh emosional
    Para orang tua tidak boleh marah- marah atau emosional apabila anak malas belajar. Hindari membentak, atau berkata- kata negatif. Hal ini justru akan membuat anak semakin malas belajar dan juga merusak mental anak. Penelitian mengatakan terjadi kematian pada saraf otak anak pada setiap tekanan atau bentakan yang mereka terima.
    1. Gunakan game edukasi
    Mengatasi rasa malas juga bisa menggunakan aplikasi game edukasi dalam membantu proses belajar anak. Pada zaman yang serba digital saat ini, hal ini sudah bukan rahasia lagi. Game pada smartphone atau komputer bisa melatih perkembangan anak menjadi semakin kreatif dan solutif. Game edukasi yang berkembang kini juga sudah banyak. Orang tua perlu menyeleksi game mana yang tepat. Aplikasi game edukasi juga beragam, mulai dari permainan kata, permainan berhitung, menggambar, mewarnai, dan lain sebagainya.
    1. Jelaskan manfaat belajar pada anak
    Orang tua perlu menjelaskan apa manfaat belajar pada anak. Pemahaman ini perlu dilakukan agar anak memiliki pengertian terhadap aktivitas yang dilakukannya yaitu belajar. Dengan adanya pengertian dan pemahaman tersebut, anak menjadi tidak malas dan mau belajar. Jelaskan bahwa manfaat belajar adalah agar anak menjadi lebih pintar, atau agar anakmengetahui tentang sesuatu yang menarik baginya. Misal jika anak suka bermain boneka dinosaurus, maka anak perlu membaca buku tentang hewan purba agar lebih tahu.

    1. Berikan contoh yang baik
    Anak cenderung mencontoh dari orang orang disekitarnya. Orang- orang  disekitar bisa saja orang tua atau orang lain. Orang tua perlu mencontohkan perilaku yang berhubungan dengan menulis atau membaca sebagai aktivitas yang bisa ditiru oleh anak. Anak juga akan tumbuh dengan minat membaca dan menulis sama seperti orang tuanya. Pola mencontoh orang tua ini harusnya bisa digunakan para orang tua untuk mendidik anak lebih baik. Apabila mereka melakukan perilaku adatu kegiatan yang baik, maka anak akan secara alami mencontoh.

    Demikian cara-cara mengatasi anak yang malas belajar yang bisa Anda terapkan. Anak yang malas belajar bukan merupakan hal pasti yang negatif, namun bisa dirubah. Dibutuhkan kesadaran dan dukungan dari orang tua untuk memperbaiki pola belajar anak. Meningkatkan keinginan belajar pada anak memang membutuhkan usaha dari orang tua dan ank itu sendiri.
    Namun tidak perlu khawatir karena banyak cara untuk meningkatkan keinginan belajar anak dengan cara- cara diatas. Pemahaman terhadap tipe, karakter atau kebiasaan anak dalam belajar sangat diperlukan disini. Perubahan atau modifikasi pola belajar mungkin saja berubah- ubah seiring pertumbuhan dan perkembangan anak. Pemilihan pola belajar atau cara modifikasi semangat belajar juga perlu terus diawasi dan dievaluasi oleh orang tua. Hal ini agar semangat belajar anak tidak menurun.

    Cara Menagatasi Anak Malas Belajar

    0
  • Assalamualikum

    Disini saya akan membagikan bagaimana cara meningkatkan minat belajar anak. Karena saat ini minat anak dalam belajar sangat buruk, terdapat banyak pengaruh dari perkembangan zaman dan teknologi. Selamat membaca !

    Cara Meningkatkan Minat Belajar Ana


    Cara Meningkatkan Minat Belajar Anak
    Biarkan Mereka memilih bukan dipilihkan kita hanya menuntunnya. Orang tua mana sih yang tidak bangga melihat anaknya tumbuh cerdas. Menjadi insan yang bermanfaat bagi kehidupannya dan orang-orang disekitarnya. Bahkan hal ini adalah mimpi dan tujuan semua orang tua. Banyak orang tua yang telah menerapkan sistem untuk menarik anak-anak  belajar pada usia dini. Dimana diusia itu adalah usia emas. Tak urung semua orang tua bahkan berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas yang terbaik bagi anak-anaknya. Tapi, banyak orang tua yang meremehkan salah satu kelemahan anak-anak usia dini. Sanking ambisiusnya orang tua hingga melupakan bahwa anak mereka juga butuh bermain, inginya anaknya pintar malah jadi stres karena tertekan. It's Okey, tujuan orang tua mendidik anak pada usia dini memang bagus. Bahkan saya setuju. Namun dengan cara yang berbeda, anak-anak beda loh dengan orang dewasa? Dibuat orang dewasa saja bisa jenuh kalau terlalu banyak belajar. Jangan terlalu memaksakan anak-anak karena mereka memiliki karakter dan keunikan yang berbeda. Dimana sebagai orang tua harus pintar serta jeli dalam memilih hal yang terbaik untuk mereka. So, biarkan mereka memilih apa yang mereka mau jangan terlalu mementingkan ego orangtuanya. Biarkan mereka tumbuh secara alami dengan bakat yang diberikan Tuhan pada masing-masing individu. Berikut tips untuk para ibu dan ayah atau calon ibu dan ayah untuk meningkatkan minat belajar pada anak usia dini : 
    1. Ajak Anak untuk Mengenal Lingkungannya yaitu Sebagai orang tua kita harus memberikan satu contoh karena anak-anak lebih sering meniru orang-orang dewasa disekitarnya. Berikan penyuruhan tetang lingkunganya. Ajak ia turut serta dalam segala hal yang positif namun dengan catatan jangan jadikan hal ini untuk mengurangi jam bermainnya. Sambil bermain anak-anak dapat diajak belajar. Misal berjalan-jalan di taman, ajak dia untuk berinteraksi mengenal lingkungannya.  
    2. Tempatkan Anak sebagai Subjek jangan Objek yaitu adalah dimana anak itu diajak untuk menjadi pemeran utama dalam belajar. Intinya belajar yang menyenangkan. Biarkan anak untuk memilih barang mainan apa yang ingin ia mainkan. Orang tua hanya mengarahkan bukan memerintah yang membuat anak menjadi stres dan malas bahkan tak berminat untuk belajar. Ajak anak untuk mengenal benda-benda. Dengan berbagai warna dan rupa.  
    3. Ajak Anak Bernyanyi yaitu  Ajak anak bernyanyi bersama orang tuanya, tuntun mereka untuk mengenal huruf dan angka melalui syair-syair lagu yang merangsang otak kanannya hingga ia selalu mengingatnya. Anak-anak masih menggunakan alam bawah sadarnya jadi biarkan ia berimajinasi dengan perasaan senang hingga akan menimbulkan pemikiran positif dan kreatif
    4. Bacakan Cerita Dongeng yaitu Pancing minat baca anak dengan cara menceritakan cerita-cerita dongeng dengan penuh gambar dan warna. Biarkan anak untuk memilih cerita apa yang ingin dibacakan. Secara tidak langsung kita membiarkan anak untuk belajar menentapkan suatu pilihan. Bacakan cerita dongeng menjelang tidur setiap harinya hingga si-anak mulai merasa dan tergugah untuk belajar membaca karena ia ingin dapat membaca cerita dongen itu sendiri.
    5. Berikan Mainan dan Gambar-gambar yang Merangsang Minat Belajar Anak yaitu Anak-anak identik dengan keceriaan dan taman bermain. Jadi pintar-pintar orang tuanya untuk membelikan mainan yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Misalnya belikan beberapa buku bergambar penuh warna. Misalnya tentang hewan, mereka dikenalkan nama dan gambar hewan tersebut. Ajak anak untuk bermain dan menirukan suara-suara hewan atau tingkahnya melalui kaset. Ajak anak untuk bermain sambil belajar hingga mereka tidak sadar bahwa mereka sedang belajar. Hingga mereka mempunyai Minat dari diri sendiri untuk belajar. Anak-anak adalah malaikat kecil di rumah kita. Biarkan mereka tumbuh dengan alami jangan terlalu menjadi suatu obejek orang tua dengan alasan orang tua itu lebih berpengalaman loh daripada mereka hingga mereka selalu diberintah ini-itu sesuai keinginan orang tuanya makanya banyak anak yang suka membangkang bahkan mereka ketika dewasa kelak susah menentukan jalan hidupnya. Biarkan mereka memilih baju apa yang ingin mereka kenakan, sebagai orang tua kita hanya menuntun dan mengarahkan, merekalah yang memilihnya. Jika salah baru di beri pengarahan agar mereka mengerti. Jadi jangan bairkan malaikan kecil kita tumbuh sebagai insan yang hanya dapat di perintah tanpa dapat memilih jalan yang terbaik. Belajar pada usia dini memang bagus namun harus dengan cara yang menyenangkan. 

    Selamat mencoba. Salam manis untuk para malaikat kecil di seluruh Indonesia

    Cara Meningkatkan Minat Belajar Anak

    0
  • - Copyright © Desain Interior - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -