Tampilkan postingan dengan label Cara Mengajar. Tampilkan semua postingan

  • Alasan Anak TK dan PAUD Mogok Ke Sekolah

    anak mogok sekolah

    Mogok sekolah untuk anak-anak PAUD ataupun TK merupakan hal yang sering menjadi keluhan para orang tua.  Ada rasa khawatir ataupun tidak tenang ketika mengetahui si kecil mengalami mogok sekolah.  Rasa panik kian bertambah manakala anak menyampaikan kemauannya untuk tidak mau sekolah. Orang tua menjadi panik dikarenakan anak akan ketinggalan mata pelajaran.  Biasanya emosi dan marah terhadap anak merupakan ungkapan yang paling sering dilakukan oleh para orang tua kepada anaknya.

    Banyak hal yang menyebabkan anak mogok sekolah, dan hal inilah yang seharusnya dicari tahu dan diberikan solusi agar anak kembali semangat untuk masuk sekolah.  Orang tua harus bisa memahami dengan baik permasalahan yang dialami anak yang membuat ia malas untuk berangkat sekolah. Mengedepankan emosi dan amarah tidak akan memberikan solusi dan bisa memberikan dampak buruk untuk perkembangan anak.

    Baca: Agar Anak semangat belajar

    Setidaknya ada beberapa penyebab yang menjadikan anak malas dan mogok untuk berangkat ke sekolah dan berikut adalah alasan yang sering terjadi pada anak-anak sekolah

    1. Anak merasa sakit

    Sakit merupakan hal yang paling sering disampaikan anak-anak untuk tidak masuk sekolah. Biasanya hal yang dilakukan anak-anak adalah anak-anak ingin dekat dengan orang tua dan tidak mau ditinggal.  Apabila hal ini terjadi maka berikanlah kesempatan pada anak untuk istirahat dan cek kondisi kesehatan anak.  Biasanya ketika anak sudah merasa membaik, ia akan semangat kembali utuk masuk ke sekolah.

    2. Ada perasaan takut

    Anak tidak mau masuk sekolah bisa juga disebabkan karena anak merasa takut.  Hal yang sering terjadi adalah anak di sekolah menjadi korban dari kenakalan teman-temannya. Beberapa anak terkadang tidak mau menyampaikan hal ini.  Oleh karena itu orang tua harus bisa membangun kedekatan dengan anak sehingga anak mau menceritakan permasalahannya.  Untuk mencari tahu tentang kenakalan teman-teman anak maka kita bisa berkonsultasi dengan guru anak di sekolah.  Para anak-anak nakal di sekolah harus diwaspadai karena ia bsa menyebabkan anak kita mogok sekolah.

    3. Anak merasa dikucilkan

    Salah satu kebiasaan anak-anak yang dilakukan di sekolah adalah bermain bersama. Namun terkadang bermain bersama ini bisa menjadi permasalahan tersendiri untuk anak. Kadang ada intrik ataupun permasalahan sehingga menyebabkan "Bermain Bersama" menjadi hal yang tidak menyenangkan.  Anak menjadi tidak akur dan saling bermusuhan sehingga anak akan merasa dikucilkan ataupun dipinggirkan.  Merasa ditinggal oleh teman-temannya akan membuat anak malas untuk masuk sekolah.

    4. Tidak mau pisah dari orang tua

    Hal ini hal yang juga sering terjadi dan menjadi penyebab anak tidak mau sekolah.  Penyebabnya adalah karena orang tua sangat sedikit sekali membangun jiwa kemandirian anak dan anak jarang bersosialisasi dengan teman-temannya.  Akibatnya ketika anak berada dalam lingkungan baru akan merasa takut dan butuh seorang figur yang bisa menenangkannya.  Oleh karena itu berilah pengertian kepada anak dan berikan motivasi bahwa sekolah merupakan hal yang menyenangkan.  Selain itu didiklah anak agar bisa mandiri dengan mengerjakan sendiri pekerjaan ringan yang bisa dilakukannya. Mengundang teman-teman anak juga bisa menjadi solusi agar anak bisa bersosialisasi dengan teman-temannya sehingga di sekolah anak akan lebih berani lagi.

    5. Anak belum cukup umur

    Anak mogok sekolah bisa juga disebabkan karena anak memang terlalu dini untuk masuk sekolah dan belum cukup umur.  Selain itu orang tua yang terlalu memaksa kepada anak untuk ke sekolah dengan alasan supaya anak pintar namun orang tua tidak memperhatikan kesiapan anak.  Oleh karena itu agar anak tetap semangat sekolah, masukkan anak ke sekolah apabila memang sudah cukup umur.

    6. Anak tidak menyukai gurunya

    Untuk usia anak-anak TK ataupun PAUD kecocokan terhadap gurunya merupakan hal yang perlu kita perhatikan.  Karena ada beberapa anak yang tidak mau sekolah dikarenakan gurunya yang galak ataupun kurang perhatian kepadanya.  Sehingga suasana belajar mengajar menjadi sesuatu yang menyeramkan untuk anak.  Apabila hal ini terjadi maka kita bisa menyiasatinya dengan berkomunikasi dengan pihak sekolah.  Beberapa sekolah ada yang menerapkan tes percobaan.  Jika anak betah di sekolah pertamanya maka akan lanjut namun jika anak tidak betah maka diperbolehkan untuk tidak jadi mendaftar di sekolah tersebut.  Selain itu cara lain yang bisa dilakukan yaitu membangun kedekatan anak dengan gurunya ataupun berkonsultasi terhadap guru anak.

    7. Mental anak yang masih lemah

    Mental yang lemah akan membuat anak merasa tidak mampu untuk menyelesaikan segala tugas-tugas yang diberikan gurunya ketika di sekolah.  Anak mengalami keterlambatan menangkap materi pelajaran dan ujung-ujungnya anak akan malas dan mogok sekolah karena anak merasa tidak mampu.  Oleh karena itu bangun rasa kepercayaan diri anak dan kedekatan dengan guru agar anak mau belajar dan mau mengungkapkan segala sesuatu yang belum ia pahami kepada gurunya.

    8. Anak sudah merasa bosan untuk sekolah

    Banyak hal yang menyebabkan anak menjadi bosan untuk sekolah.  Hal ini bisa disebabkan karena suasana sekolah yang kurang menyenangkan ataupun perhatian orang tua terhadap anak sangat minim.  Orang tua jarang sekali menanyakan kepada anak tentang kondisi sekolahnya, sehingga anakpun menjadi acuh tak acuh terhadap sekolahnya.

    Problema yang menjadikan anak malas dan enggan pergi sekolah harus bisa diselesaikan dengan baik agar anak kembali semangat belajar.  Komunikasi antara orang tua, guru dan anak harus tetap terjalin dengan baik sehingga anak akan tetap termotivasi untuk tetap semangat pergi sekolah.  Ciptakan suasana yang kondusif baik itu di sekolah dan dirumah agar anak merasa nyaman dengan proses belajarnya.  Anak mogok sekolah harus segera dicarikan solusi dan ditemukan alasan-alasannya agar tidak berkelanjutan.

    Alasan Anak TK dan PAUD Mogok Ke Sekolah

    0
  • CARA MENGAJARKAN BAHASA INGGRIS KEPADA ANAK
     
    Saat jalan-jalan ke mall, tanpa sengaja kita memperhatikan seorang balita yang dengan cas-cis-cusnya ngobrol dengan sang ibu menggunakan bahasa Inggris. Namun bukan hanya itu. Ternyata si anak juga mampu berbahasa Indonesia dengan baik. Tak berapa lama kemudian, datang sang ayah yang ternyata berkewarganegaraan asing. Mungkin dalam hati kita berkata, “pantas saja si anak jago berbahasa Inggris!”. Meskipun kita tidak menikah dengan seseorang yang berkewarganegaraan asing, bukan berarti kita tidak dapat mengajarkan bahasa asing kepada anak. Anak-anak, khususnya di usia 2-3 tahun, tidak hanya mampu menangkap pola kalimat yang pernah didengarnya sejak lahir, namun ia juga sedang ‘meningkatkan’ kosa-katanya. Oleh karena itu, mengajarkan bahasa asing kepada anak di usia balita bukanlah hal yang rumit, tentunya jika kita sungguh-sungguh serius menerapkan teknik pengajaran yang akan menunjang kemampuan bahasa asingnya. Memang ada anggapan bahwa anak-anak sebaiknya tidak langsung diajarkan dua bahasa sekaligus. Dikhawatirkan hal tersebut akan membuat anak bingung sehingga menghambat perkembangan bahasa “ibu” nya (bahasa aslinya), yaitu Bahasa Indonesia. Kekhawatiran tersebut memang beralasan karena bagaimanapun juga sebagai orang Indonesia sudah seyogyanya anak mahir dan mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
    Namun, jangan terlalu “takut” anak akan menjadi bingung karena sejak dini telah diperkenalkan dua bahasa sekaligus. Karena menurut Dr. Yvonne Freeman, seorang profesor Bilingual Education dari Amerika, mengajarkan bahasa asing sejak dini kepada anak adalah hal yang penting, mengingat usia balita merupakan periode emas otak dimana anak bisa menyerap dan mengingat banyak hal dan kemampuan termasuk kemampuan berbahasa. Yang perlu dicermati adalah teknik pengajarannya yang benar, bertahap dan tidak memaksa anak. Nah, berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan jika kita ingin mengajarkan bahasa asing kepada anak:
    1. Pilih Bahasa yang Kita Kuasai
      Bagaimana mungkin kita bisa mengajarkan bahasa asing bila kita sendiri tidak begitu menguasainya? Oleh sebab itu, pilihlah bahasa asing yang sungguh-sungguh kita kuasi untuk dapat diajarkan kepada anak. Setidaknya kita tahu bagaimana mengucapkan kata-kata dalam bahasa tersebut. Lebih baik lagi jika kita mampu berkomunikasi secara aktif menggunakan bahasa tersebut.
    2. Berkomunikasi dengan Anak Menggunakan Bahasa Asing
      Cara terbaik dan tercepat untuk dapat menanamkan bahasa asing kepada anak yaitu dengan berkomunikasi secara langsung menggunakan bahasa asing tersebut. Sebagai contoh, kita bisa memberikan instruksi dalam bahasa tersebut, misalnya ketika meminta anak untuk duduk. Alih-alih berkata, “Duduk,” kita bisa berkata “Sit down” atau kata dalam bahasa asing lainnya. Selain itu, kita pun bisa membacakan cerita dalam bahasa tersebut kepada anak sebelum tidur, sehingga sang anak semakin terbiasa mendengarkan kata-kata berbahasa asing dan juga mempelajari struktur kalimat bahasa tersebut secara tidak langsung. Meski diperbolehkan langsung berkomunikasi menggunakan bahasa asing dengan anak, untuk tahap awal tentu sifatnya baru sebatas pengenalan terlebih dahulu. Lakukan komunikasi dalam bahasa asing kepada anak secara bertahap, pelan-pelan dari tingkat yang paling mudah terlebih dahulu. Misalnya mulai berkomunikasi dengan memperkenalkan satu demi satu kata dalam bahasa asing. Jangan langsung memaksa anak untuk bisa mengerti kalimat panjang yang Anda ucapkan dalam bahasa asing tersebut.
    3. Gerak Tubuh
      Ketika mengajarkan kata kerja berbahasa asing, kita dapat menggunakan gerak tubuh atau gesture. Sebagai contoh, ketika meminta anak untuk tidur, kita dapat berkata, “Let’s sleep.” Buatlah gerak tubuh ketika kita mengucapkan kata ‘sleep’, misalnya dengan menangkupkan kedua tangan, lalu meletakkannya di pipi sambil memiringkan kepada dan menutup mata. Ajak anak untuk ikut mencontoh gerak tubuh kita sehingga ia pun dapat lebih jelas menangkap maksud kita.
    4. Program Televisi Berbahasa Asing
      Sesekali, putarlah program favorit anak atau film kesukaan anak dalam bahasa asing. Lama kelamaan sang anak pasti terbiasa mendengarkan kalimat-kalimat yang dilontarkan dalam program atau film tersebut. Ketika anak mendengarkan kosa-kata baru, pelajari kata tersebut dan gunakanlah ketika kita berbicara pada anak. Dengan demikian sang anak tidak begitu saja melupakan kosa-kata yang baru saja diketahuinya. tips mengajarkan bahasa asing kepada anak
      Untuk hal ini, tentunya orang tua perlu mendampingi anak saat anak sedang menonton acara televisi. Sambil menemani anak menonton TV, Anda bisa mengenalkan dan mengulangi kata-kata yang diucapkan di televisi. Misalnya untuk bahasa Inggris, saat melihat hewan kucing dan di TV disebutkan “cat” Anda bisa langsung menegaskan kembali kepada anak bahwa kucing dalam bahasa Inggris disebut “cat”. Cara ini efektif digunakan untuk mulai mengajarkan bahasa asing kepada anak karena anak menjadi lebih ingat dan mengerti dengan apa yang ditontonnya.
    5. Permainan dalam Bahasa Asing
      Cobalah membeli educational toys dengan bahasa asing tersebut, seperti kartu-kartu angka, huruf, binatang, makanan, dan sebagainya. Jika kartu-kartu tersebut tidak tersedia di kota tempat kita tinggal, kita bisa membuatnya sendiri dengan bantuan komputer dan Internet. Ajaklah si anak bermain menggunakan kartu-kartu tersebut. Dengan sendirinya si anak akan mengetahui makna dari gambar-gambar yang dilihatnya. Selain kartu, kita juga bisa menggunakan lagu-lagu berbahasa asing. Kenalkanlah lagu-lagu anak yang biasa dinyanyikan. Kita bisa menyanyikannya sebelum tidur atau sambil menyuapi anak. Atau kita juga bisa memutarkan kaset/CD yang berisi lagu-lagu tersebut.
    6. Ajarkan Satu Kata dalam Sekali Waktu
      Ketika mengajarkan bahasa asing kepada anak usia balita, jangan langsung memberinya daftar kosa-kata yang harus dipelajarinya. Ajarilah satu kata dalam sekali waktu sampai ia benar-benar memahami dan bisa mengucapkan kata tersebut dengan baik (tentu dengan logat anak usia balita). Tak perlu kita mengajari bagaimana mengeja kata tersebut, apalagi memintanya untuk menuliskannya. Yang diperlukan anak usia balita adalah pengenalan kata. Cobalah untuk menunjukkan suatu gambar, misalnya gambar kelinci, dan mengucapkannya dalam bahasa asing. Minta sang anak untuk mengulanginya. Tunjukkan lagi gambar yang sama keesokan harinya dan lihat apakah sang anak masih mengingat bagaimana benda tersebut disebut dalam bahasa asing.
    7. Kursus Bahasa Asing
      Saat ini banyak ditawarkan kursus bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, bagi anak-anak usia balita, playgroup atau TK. Selagi kita memiliki dana, kita pun bisa mengikutsertakan sang anak ke kursus tersebut. Tak hanya memiliki teman bermain baru, anak-anak pun belajar untuk berinteraksi dengan orang lain menggunakan bahasa asing. Sang guru pun bisa membantu menambah kosa-kata baru maupun kalimat-kalimat yang umum diucapkan, seperti bagaimana caranya meminta izin ke kamar kecil, bagaimana caranya menyapa orang lain, dan sebagainya. Program-program yang ditawarkan pun biasanya sangat menarik. Anak tak hanya belajar bahasa asing, namun juga berkreasi dengan seni melalui art project.
    Tips di atas merupakan cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk mulai mengajarkan bahasa asing kepada anak. Lakukan secara pelan-pelan, dalam suasana yang menyenangkan dan tidak “memaksa” anak. Karena, meski penting untuk dilakukan, mengajarkan bahasa asing kepada anak usia balita sifatnya masih sebatas pengenalan terlebih dahulu agar anak terbiasa mendengar kosa kata baru dalam bahasa asing dan perlahan-lahan bisa akrab dengan bahasa asing yang diajarkan kepadanya itu.

    Cara Mengajarkan Bahasa Inggris Pada Anak

    0
  • Mengajar Membaca di Kelas I SD

    Dalam pembelajaran bahasa Indonesaia di Sekolah Dasar (SD), kita mengenal ada pembelajaran untuk kelas tinggi dan pembelajaran untuk kelas rendah. Yang dimaksud dengan pembelajaran kelas tinggi adalah pembelajaran untuk kelas IV, V, dan VI. Sedangkan pembelajaran kelas rendah meliputi pembelajaran untuk kelas I, II, III. Tentu saja pembelajaran untuk kelas tinggi tidak sama dengan pembelajaran untuk kelas rendah. Pembelajaran membaca untuk kelas rendah pun harus mendapatkan perhatian yang serius. Khususnya untuk kelas I, guru harus berhati-hati dan cermat dalam menyusun perencanaan sekaligus pelaksanaannya. Hal ini penting karena kelas I merupakan fondasi bagi kelas-kelas berikutnya.
    Kelas I SD merupakan pintu gerbang bagi siswa memasuki dunia pendidikan formal. Sekali guru salah bertindak yang berdampak pada kegagalan siswa, akan sangat berpengaruh bagi kemajuan siswa selanjutnya. Itu sebabnya guru harus benar-benar berhati-hati.
    Membaca merupakan keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras (Kridalaksana, 1993:135). Pengenalan dan pemahaman tulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna ini sulit bagi siswa kelas I SD.
    Ada banyak metode yang dapat digunakan guru untuk mengajar membaca di kelas I SD. Beberapa metode pembelajaran membaca yang terkenal, yaitu:
    1. Metode Abjad
     Mula-mula guru memperkenalkan huruf (abjad) kepada siswa: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z. Selain yang dipasang di papan tulis, masing-masing huruf tadi juga perlu ditulis dalam sebuah kartu (satu huruf satu kartu).
    Guru memberikan contoh cara membaca huruf-huruf di atas, dan siswa menirukan. Mula-mula bersifat klasikal (seluruh kelas), kemudian dipecah-pecah lagi menjadi separoh kelas, seperempat kelas, per dua bangku, akhirnya perorangan, kembali dua bangku, seperempat kelas, separoh kelas, dan kembali ke seluruh kelas.

    Catatan:

    Selanjutnya, kegiatan dapat ditingkatkan dengan membentuk kata. Pilih beberapa konsonan dan vokal, yang apabila digabungkan bisa menjadi kata yang bermakna. Misalnya: m a m a. Tempel atau tulis huruf m-a-m-a di papan tulis. Tunjukkan kepada siswa bahwa kata itu dibaca mama.
    Kemudian tanyakan kepada siswa kata mama itu terdiri dari huruf apa saja, dan arahkan agar siswa dapat menyimpulkan sendiri bahwa apabila huruf m digabung dengan huruf a dibaca ma. Berikan contoh yang lain, misalnya: papa, nana, tata, dan lain-lain.
    Begitu seterusnya, guru mulai menggabung-gabungkan konsonan dengan vokal, sehingga seluruh vokal (a, e, i, o, u) bisa digunakan. Namun untuk konsonan tidak perlu diberikan semua. Huruf x dan z lebih baik diberikan belakangan.
    Setelah siswa bisa membaca gabungan dua huruf konsonan-vokal, susunan bisa diganti menjadi vokal-konsonan. Misalnya: am, an, as, dan lain-lain. Setelah ini baru bisa dilanjutkan dengan tiga huruf (konsonan-vokal-konsonan). Misalnya: man, dan, bas, dan lain-lain.

    2. Metode Kupas-Rangkai Suku Kata
     Berbeda dari metode abjad di atas, metode kupas-rangkai suku kata ini dimulai dengan pengenalan kata terlebih dahulu. Misalnya: mama. Kita perlu juga menjelaskan arti kata mama itu kepada siswa agar mereka mendapatkan makna dari apa yang dipelajari.
    Kata mama kemudian dipisahkan menjadi dua suku kata yaitu ma dan ma (ma-ma). Masing-masing suku kata dikupas lagi menjadi huruf-huruf, sehingga siswa mengenal bahwa kata mama itu terdiri dari huruf mama.
    Mengingat empat huruf (yang sebetulnya hanya dua huruf) ini tentunya lebih mudah bagi siswa daripada langsung mengingat empat huruf misalnya madu (m-a-d-u). Jadi, mulai dari yang mudah dan dekat dengan kehidupan siswa, maka siswa akan lebih berhasil. Kegiatan selanjutnya adalah mengenalkan kata-kata yang lain, sehingga pada akhirnya siswa bisa membaca sebuah kalimat, misalnya: ini mama saya; itu bola budi, dan lain-lain.
    Contoh kata-kata yang mudah sebagai pendahuluan:
    papa      pa-pa      p-a-p-a      pa-pa      papa
    nana      na-na      n-a-n-a      na-na      nana
    mata      ma-ta      m-a-t-a     ma-ta      mata

    3. Metode Global
     Menurut Teori Gestalt, suatu kesatuan lebih bermakna daripada bagian-bagian. Metode global dimulai dengan mengenalkan kalimat utuh kepada siswa. Contohnya: ibu makan nasi, disertai gambar, anak membaca tulisan tersebut, baru guru menjelaskan huruf-huruf yang dirangkai membentuk suku kata, kata, dan kalimat.
    Kalimat-kalimat dipilihkan yang sederhana dan pendek-pendek dahulu, agar siswa tidak mengalami kesulitan.

    4. Metode SAS — Struktural Analisa Sintesa
     Metode SAS dilaksanakan dengan menggunakan kartu kalimat dan papan flanel. Mula-mula guru menunjukkan gambar kepada siswa (jika benda asli bisa dihadirkan tentunya lebih baik jika benda asli ditunjukkan terlebih dahulu).
    Misalnya guru menunjukkan bola kepada siswa, kemudian berkata, ”Anak-anak, ini bola.” Suruh siswa mengulangi kata-kata guru. ”ini apa?” Siswa menjawab, ”ini bola.” Apabila siswa hanya menjawab bola saja, maka guru perlu membetulkan ucapan siswa, ”ini bola.” Guru menyuruh siswa menirukan kata-kata guru.
    Kegiatan selanjutnya, guru menempelkan gambar bola di papan tulis. Di bawah gambar bola itu ditempelkan tulisan ini bola. Guru menunjukkan contoh membaca tulisan ini bola, dan siswa disuruh menirukan. Pastikan bahwa siswa seluruh kelas memperhatikan tulisan ketika mengucapkan kalimat ini bola. Gambar diambil, tulisan ini bola tetap tertempel di papan tulis. Guru menyuruh siswa membaca kembali tulisan ini bola tadi.
    Kegiatan selanjutnya adalah menganalisis kalimat ini bola, menjadi kata, kata menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf. Setelah itu, huruf-huruf dikembalikan menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, dan kata-kata menjadi kalimat (sintesa).
    Berikut adalah contohnya: membaca kalimat, gambar tidak diperlihatkan.
    ini bola
    ini     bola
    i    ni       bo   la
    i   n   i       b   o   l   a
    i    ni       bo la
    ini    bola
    ini bola

    Cara Mengajar Membaca Kelas I SD

    0
  • Cara Mengajar Les Privat Anak SD

    Cara mengajar siswa SD tentunya sangat berbeda dengan cara mengajar siswa SMP dan SMA selain dari teori yang harus dikuasai yang sudah saya sebutkan sebelumnya juga penguasaan materi ajar , hal yang perlu dimiliki oleh guru privat SD adalah tingkat kesabaran yang tinggi.Seperti telah diketahui bersama bahwa setiap level usia sekolah pastinya memiliki perbedaan tahap berfikir sehingga memerlukan pendekatan yang berbeda pula agar ilmu atau materi ajar  dan konsep dapat diserap dengan baik oleh siswa. Ada beberapa hal yang harus dikuasai oleh seorang guru privat.
    Sehingga bagi anda yang berprofesi sebagai guru privat SD harus menguasai betul teori belajar mengajar, teori perkembangan anak, dan psikologi pendidikan serta teori lain yang mendukung, walaupun background pendidikan anda bukan dari jurusan keguruan, karena untuk lulusan keguruan yang diorientasikan menjadi pendidik merupakan mata kuliah wajib.

    cara mengajar les privat anak sd

    4 cara mengajar les privat yang perlu anda kuasai adalah sebagai berikut:

    1. Ambillah hatinya
    Karena anda adalah ‘orang asing’ maka hal yang perlu anda lakukan adalah bagaimana caranya siswa senang terhadap anda saat pertemuan les perdana. Faktor kesukaan siswa terhadap guru sangat penting karena ketika siswa menyukai anda maka pembelajaran akan berlangsung sangat efektif. efektif disini adalah siswa akan mendengarkan dan menerima apa saja yang anda katakan/ perintahkan. Untuk mengambil hati seorang anak tentunya berbeda untuk setiap siswa karena pastinya memiliki karakter yang beragam, namun yang termudah adalah berikan kesan menyenangkan, perhatian dan berbaur dengan lingkungan anak seperti apa yang sedang digemari dan lain sebagainya.

    2. Konkritkan konsepnya
    Jika anda mempelajari teori belajar maka pada level SD pola pemikiran meraka masih kongkrit, artinya harus mempunyai aplikasi nyata dan dapat dicontohkan dalam keseharian siswa. terutama untuk pelajaran matematika guru privat harus dapat memahamkan materi tertentu dalam bentuk nyata dan dapat dipraktikan. Jika materi IPA atau Sosial maka penyajian materinya dapat disampaikan dalam bentuk grafis penuh warna yang tentunya dapat memperkuat daya ingat siswa.

    3. Bercerita
    Anak senang sekali mendengar cerita terlebih dengan karakter kesukaan mereka, nah anda sebagai guru privat sd  dapat berkreasi bagaimana materi pelajaran dapat anda sampaikan kepada siswa dengan cara bercerita disertai dengan intonasi suara, mimik yang sesuai.

    4. Latihan, latihan dan latihan
    Bisa karena terbiasa, mengulang materi pelajaran dengan mengerjakan soal-soal latihan disetiap kali pertemuan les wajib anda lakukan sebagai informasi seberapa besar materi diserap oleh siswa. dalam bahasa pendidikan diistilahkan dengan Drill. Pemberian latihan kepada siswa les dan anda perlu koreksi hasilnya akan meningkatkan pemahaman, penguatan dalam mengingat materi serta meningkatkan kepercayaan diri anak sehingga pada saat ulangan harian di sekolah nanti akan memberikan hasil yang maksimal.

    Panduan untuk orangtua dalam memilih guru privat

    Bagi anda para orangtua yang mencari jasa guru privat untuk membimbing putra-putrinya yang duduk di bangku sekolah dasar ( SD ) ada baiknya memperhatikan beberapa hal diantaranya sebagai berikut :
    • Pilihlah lembaga les privat yang terpercaya dan berpengalaman
    • Tentukan terlebih dahulu kriteria guru privat untuk anaknya
    • Kondisikan anaknya sebelum memulai les
    • Minta copy identitas guru privat sebelum atau pada saat perdana
    • Selalu komunikasikan perkembangan belajar anak kepada guru atau lembaga agar dapat ada perbaikan dari segi kualitas pengajaran dan sebagainya.
    Faktor keberhasilan belajar tentunya menjadi tanggung jawab bersama baik orangtua, guru di sekolah yang 5-6 hari seminggu mendidik putra/putri juga guru privat yang membantu tambahan belajar di rumah. Disamping perbedaan tingkat/ jenis kecerdasan pada anak yang beraneka ragam yang juga harus dipahami keunikannya.
    Semoga cara mengajar les privat anak sd yang kami sampaikan dapat menjadi referensi anda calon atau telah menjadi guru privat sd sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa .

    Cara Mengajar Les Privat

    0
  • ASSALAMUALAIKUM
    Salam sejahtera buat kita semua ! Semoga diberikan kebahagian luar biasa dan selamat membaca semoga bermanfaat !

    CARA MENGAJAR YANG BAIK

    Guru sebaiknya tahu cara mengajar yang baik kepada murid-muridnya. Ketika di dalam kelas, seorang guru mengambil kendali atas kegiatan yang akan dilakukan saat belajar dengan murid-muridnya. Jika respon murid ternyata merasa senang belajar bersama guru yang yang bersangkutan, bisa dipastikanguru tersebut menggunakan metode mengajar yang baik dan tidak monoton. Sebagian guru masih ada yang mengajar dengan menggunakan metode lama, yang seolah-olah hanya guru saja yang boleh aktif sementara murid-muridnya hanya meendengarkan. Sekarang ini, anak-anak dituntut untuk lebih aktif, sehingga cara mengajar guru juga harus berubah menjadi lebih baik dan maksimal.
    Khusus untuk para guru, berikut ini telah dirangkum 10 Cara Mengajar yang Baik kepada murid-murid agar mereka mampu menyerap pelajaran yang diberikan dengan efektif dan efisien :

    1. Jangan Berdiri Seperti Patung






    Maksud tidak berdiri seperti Patung adalah seorang guru sebaiknya bergerak ketika sedang mengajar, tidak hanya berdiri di depan kelas saja, atau hanya duduk di meja guru. lakukan teknik mobile teaching dengan cara guru mencoba untuk mengajar secara lebih dekat dengan muridnya, dan berkeliling untuk mengetahui situasi kelas dan murid-muridnya ketika sedang belajar. jika memang pelajaran hitungan sedang diberikan, cobalah guru untuk mendekati murid di setiap baris tempat duduknya dan lihat perkembangan mereka ketika sedang mengerjakan hitungan tersebut. jika saja ada murid yang sedang melamun, atau merasa bingung, maka guru akan dengan mudah mengetahuinya.

    2. Buat Mereka Merespon Perhatian



    Untuk mengetahui apakah murid-murid kita ini memperhatikan kita saat mengajar pelajaran tertentu atau tidak, guru bisa melakukan diskusi atau debat argumen supaya mereka mau mengeluarkan pendapatnya. memang tidak semua murid kita akan bisa berpendapat dengan baik, beberapa ada yang terkendala masalah komunikasi. namun, apapun respon mereka, pancing terus mereka untuk berpendapat dan hargai setiap pendapat yang mereka lontarkan. selain materi pembelajaran dapat mudah mereka fahami, kita juga mengajarkan mereka untuk berani berbicara dan menerima pendapat orang lain. hal ini merupakan dasar komunikasi yang baik untuk bekal murid-murid kita di masa depan.

    3. Lakukan Variasi



    Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata akan berpengaruh positif terhadap pemahaman murid-murid kita. bisa dibayangkan jika yang terjadi di kelas adalah hanya berbicara saja, dan mendengarkan tanpa ada yang bertanya, maka pemahaman pelajaran akan terasa lebih sulit. cobalah untuk membuat variasi ketika mengajar. sebelum masuk ke inti pelajaran, di awal cobalah untuk lebih rilexs dengan menyanyikan lagu yel-yel kelasnya, agar belajar tetap semangat. guru juga bisa menyisipkan games dalam setiap pelajaran yang sedang diberikan, asalkan games ini berhubungan dengan mata pelajaranya. lakukan lebih banyak diskusi dengan murid-murid kita, agar mereka aktif dan lebih memahami subjek pelajaranya.

    4. Berikan Perhatian



    Mengajar bukan saja memberikan materi pelajaran untuk murid-murid kita agar mereka mengetahui dan mempelajarinya. mengajar juga harus memperhatikan keadaan murid-muridnya. jika kembali ke masa sekolah dulu, biasanya sang guru akan memperhatikan siswa-siswa tertentu saja, seperti siswa yang paling sering bolos, yang paling pintar, paling cantik dan lain sebagainya. predikat inilah yang bisa membuat guru sangat mudah mengenali satu persatu muridnya. sebaiknya berikan perhatian kepada seluruh murid. tiap murid memiliki talenta dan karakter yang berbeda, maka ketahuilah satu persatu dan dukung mereka agar bisa berkembang menjadi lebih baik.

    5. Maksimalkan Teknologi



    Sekarang sudah serba canggih, metode mengajar kita juga harus disesuaikan dengan teknologi yang ada agar mengajar semakin mudah. manfaatkan komputer, Laptop, tablet dan lainya untuk digunakan murid-murid dalam mempelajari sesuatu subjek. agar tidak bosan, ubahlah text book pelajaran menjadi bentuk gambar atau audio, dengan begini murid akan menemukan sesuatu yang dianggap baru dan menyenangkan. memanfaatkan teknologi tentunya akan selalu berkaitan dengan internet. saat ini ada banyak website edukasi yang akan memberikan pengetahuan tentang mata pelajaran yang sedang murid-murid bahas bersama gurunya ini. mereka bisa mengakses video pembelajaran atau membaca artikel terkait, untuk membuat mereka lebih faham.

    6. Interaktif



    Cobalah untuk menggunakan metode belajar yang interaktif dengan murid-murid kita. seorang guru memang menguasai materi pelajaran yang akan diberikan kepada anak muridnya, namun perkembangan anak juga harus kita fikirkan. mereka akan banyak memiliki rasa ingin tahu tentang sesuatu, terhadap tentang issu yang mungkin sedang dibahas pada mata pelajaran tertentu. berikan kesempatan mereka untuk bertanya seputar pelajaran yang dibahas. guru bisa mengawali dengan menceritakan kisah pendek terkait pelajaran tersebut. buat mereka menjadi bertanya-tanya agar mereka lebih mudah mengerti dan memahami sebenarnya bagaimana menyelesaikan pertanyaan dalam suatu pelajaran tertentu.

    7. Sesekali Belajar di Luar Kelas



    Beberapa guru ada yang suka menggunakan metode ini, dimana murid-muridnya digiring ke luar kelas pada pagi hari, dan mereka belajar di luar kelas. metode seperti ini dianggap akan kembali merefresh keadaan otak murid-murid kita yang sudah sering menerima pelajaran setiap harinya. lakukan pembelajaran yang cenderung menyenangkan, seperti membuat pasangan kata pada sebuah kertas dan menyuruh mereka untuk mencari maksud dari padanan kata tersebut, sesuai dengan buku pelajaran. coba perhatikan, murid-murid akan merasa lebih refresh dan lebih mudah untuk menyerap pelajaran. mereka akan lebih konsenstrasi, terlebih keadaan diluar masih di jam pagi hari.

    8. Siapkan Materi dengan Animasi



    Dalam menyampaikan pelajaran kepada murid-murid kita, sebaiknya kita tidak menghabiskan waktu dengan membahas point yang kurang penting untuk disampaikan. siapkan poin-poin dari materi pelajaran utama dalam bentuk yang lebih animasi. jika memang bisa disampaikan dengan poin, kita bisa gunakan slide presentasi lewat power poin. buatlah beberapa slide tampilan materi pembelajaran dengan menyisipkan animasi lucu dan bergerak di dalamnya. hal ini akan berguna agar penyampaian materi tidak membosankan. penjelasan poin seperti ini juga lebih jelas dalam mengarahkan tujuan pembelajaran itu sendiri. sesekali sarankan juga murid-murid untuk belajar membuat presentasi lewat power point. selain itu, kita juga bisa gunakan Video pembelajaran agar suasana belajar lebih baru.

    9. Lebih Sabar dan Berikan Reward



    Sebagai guru, kita juga harus bisa lebih sabar untuk menghadapi berbagai respon anak murid kita, baik sabar dalam pemahaman pembelajaran, maupun sabar dalam mendorong mereka untuk terus semangat belajar. respon anak murid kita akan berbeda-beda terhadap pelajaran, sekalipun berbagai strategi yang unik sudah coba kita lakukan untuk membuat suasana belajar lebih seru. untuk lebih menyemangati anak murid kita, tidak ada salahnya jika kita memberikan reward atau hadiah setiap anak murid kita berhasil menjawab pertanyaan kuis atau test harian saat di kelas. hadiah juga merupakan salah satu motivasi untuk anak-anak murid kita agar lebih semangat belajar.

    10. Perhatikan Closing Mengajar



    Saat pelajaran akan segera berakhir waktunya, maka terapkan teknik closing belajar yang benar, agar murid-murid tidak mudah melupakan poin apa saja yang telah mereka pelajari hari ini. ulangi kembali poin pembelajaran tadi, secara garis besar agar murid-murid kita tetap mengingatnya dan juga mulai memahaminya. setelah itu, coba untuk menarik kesimpulan dari pembelajaran tersebut agar bisa melanjutkan ke materi selanjutnya secara teratur, murid akan tetap mengingat materi sebelumnya, jika teknik closingnya seperti ini. beritahukan tentang materi yang akan dibahas selanjutnya di pertemuan berikutnya. sarankan murid-murid untuk membaca poin penting pelajaran berikutnya sebelum kelas dimulai.


    Menjadi Guru yang baik tidak mudah, karena kita memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan materi pelajaran kepada murid-murid kita, serta kewajiban kita selanjutnya adalah membuat mereka memahami tujuan pembelajaran tadi agar mereka lebih cepat memahaminya. respon murid terhadap pelajaran tentu berbeda-beda, oleh karena itu kita harus menggunakan metode belajar yang lebih baru dan modern agar murid-murid betah karena gurunya melakukan cara mengajar yang baik. 10 Cara Mengajar yang Baik dan Benar untuk Guru di Sekolah semoga bisa memberi pencerahan untuk metode belajar baru yang lebih menyenangkan. 
    SEMOGA BERMANFAAT

    Cara Mengajar Yang Baik

    0
  • - Copyright © Desain Interior - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -