Pada artikel ini kita akan membahas surat pembaca yang berkaitan dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Surat pembaca jenis ini bisa dicantumkan di surat kabar lokal ataupun di tabloid atau majalah yang diproduksi sendiri oleh sekolah.
Struktur dan Motif Surat Pembaca Tentang Lingkungan Sekolah
www.keepo.me
Surat pembaca tidaklah sulit untuk dibuat karena biasanya isinya singkat dan padat. Sehingga strukturnya pun tidak rumit.
Struktur dalam menulis surat pembaca tentang lingkungang sekolah hanya berisi:
Judul
Isi surat
Identitas pengirim.
Sedangkan untuk motifnya, surat pembaca biasanya digolongkan menjadi 5 motif yaitu:
Surat pembaca bermotif informasi
Surat pembaca bermotif keluhan
Surat pembaca bermotif kritik
Surat pembaca bermotif pujian
Surat pembaca bermotif saran
Contoh Surat Pembaca Tentang Lingkungan Sekolah yang Baik dan Benar
Tak lengkap rasanya jika penjelasan mengenai surat pembaca tentang lingkungan sekolah tidak disertai dengan contoh.
Berikut kumpulan contoh surat pembaca tentang lingkungan sekolah berdasarkan motifnya.
1. Contoh Surat Pembaca Tentang Lingkungan Sekolah Bermotif Informasi
sekolahpesat.sch.id
Surat pembaca bermotif informasi ditulis sebagai pemberitahuan kepada umum agar lebih banyak orang tahu mengenai suatu hal yang diinformasikan.
Promo Spesial untuk Siswa Kelas IX SMP Negeri 41 Dupak
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kepada yang terhormat bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 41 Dupak
Kami selaku OSIS mendapat tawaran dari Toko Alat Tulis Bima yang baru dibuka seminggu lalu di dekat sekolah. Penawarannya adalah tiap siswa kelas IX SMP Negeri 41 Dupak bisa mendapatkan 2 buku catatan dan satu set alat tulis secara gratis hanya dengan menyertakan fotocopy kartu pelajar sebagai bukti bahwa murid benar kelas IX dari SMP Negeri 41 Dupak. Promo ini diadakan dalam rangka menyambut ujian nasional yang tinggal tiga bulan lagi.
Liburan anak sekolah biasanya dibarengi dengan tugas sekolah untuk menceritakan pengalaman menyenangkan saat liburan. Namun terkadang kamu kesulitan dalam merangkai kata saat membuat cerita pengalaman pribadi.
Agar cerita pengalaman liburan sekolahmu menarik, kamu bisa menjadikan contoh-contoh cerita di bawah ini sebagai inspirasimu dalam menulis.
Contoh 1: Cerita Pengalaman Liburan Sekolah Tak Terlupakan di Pantai
Pantai merupakan destinasi wisata yang ramai saat liburan sekolah. Hampir semua siswa pernah ke pantai. Berikut contoh karangan tentang pengalaman liburan ke pantai.
Wisata ke Pantai Bajul Mati saat Libur Sekolah
Sudah sejak seminggu lalu orangtuaku berencana untuk liburan ke pantai, mengingat aku dan adik sedang liburan sekolah, sekaligus sebagai hadiah karena kemaren lusa adikku merayakan ulang tahun.
Jam masih menunjukkan pukul 04.56 pagi, tapi aku dan keluarga sudah bersiap pergi ke pantai Bajul Mati. Kami berangkat sepagi ini karena jarak dari rumah ke pantai sekitar 3 jam perjalanan. Untuk mengganjal perut kami, ibu telah menyiapkan roti isi telur favoritku.
Perjalanan kami tempuh menggunakan mobil. Dalam mobil ada aku, adik perempuanku, ayah dan ibu. Aku dan adik dilarang membawa handphone oleh ayah dan ibu agar lebih menikmati perjalanan dan liburan itu sendiri. Untuk menghabiskan waktu aku bermain “tebak nama berdasarkan huruf” bersama adikku yang hanya terpaut 2 tahun dariku.
Langkah pertama dalam permainan ini kami menentukan temanya dahulu, kali itu tema yang kami pilih adalah hewan. Selanjutnya Kami meminta bantuan ibu untuk menyebutkan huruf depan nama hewan yang akan kami tebak. Jika ibu bilang huruf “M”maka aku dan adikku adu cepat dan adu banyak dalam menyebutkan nama hewan yang memiliki awalan “M”, seperti monyet, merak, merpati dll.
Setelah tema hewan kami mulai berganti tema menjadi nama buah, nama karakter komik, nama negara, dll. Tak jarang ayah tiba-tiba ikut menjawab walaupun dia bukan peserta resmi permainan. Tidak ku sangka jika permainan sesederhana ini ternyata begitu menyenangkan dan menghibur.
Tak terasa dua jam sudah berlalu. Kami mulai memasuki daerah perbukitan. Aku dan adik mulai memperhatikan pemandangan dengan seksama. Kami terpesona karena melihat hamparan sawah di bawah yang begitu indah. Sayangnya aku hanya bisa menikmati pemandangan tersebut sebentar saja, karena setelah itu aku pusing dan mual akibat jalan yang berkelok-kelok, naik dan turun. Ibu memberikanku minyak kayu putih. Aromanya benar-benar bisa mengurangi mual yang aku alami.
Akhirnya kami sekeluarga tiba di Pantai Bajul Mati. Pantai ini terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kami segera menuju ke gazebo kecil yang ada di beberapa lokasi pantai. Sambil menikmati angin laut, kami makan bersama dulu. Menu kami kala itu adalah ayam goreng dan sosis. Memang masakan ibuku rasanya enak sekali.
Aku tidak bisa berhenti takjub melihat indahnya pantai ini. Pantai Bajul Mati memang belum terlalu terkenal, sehingga belum banyak pengunjung yang datang. Namun pantainya masih sangat bersih yang membuat kami sekeluarga nyaman.
Aku dan adikku tak sabar untuk bermain, jadi kami langsung berlari ke arah tepi pantai. Kami tidak mengindahkan perkataan ibu yang menyuruh kami memakai sunblock terlebih dahulu. Rasanya segar ketika air laut mengenai kaki kami.
Di tepi pantai aku menemukan ranting kayu yang panjang. Akhirnya aku ambil dan menyeretnya sepanjang perjalan. Setelah berjalan beberapa saat kami sampai di muara, yaitu tempat pertemuan air sungai dan air laut. Kami berhenti dan melihat ke belakang, terlihat garis panjang di pasir hasil ranting kayu yang aku seret daritadi. Entah kenapa aku dan adikku merasa garis tersebut sangat keren. Selanjutnya kami memutuskan untuk berenang dulu di muara. Karena arusnya tenang tidak seperti di laut.
Kami berenang sekitar 15 menitan, sebelum orangtua kami memanggil, menyuruh kami ke tepi laut. Kami sekeluargapun bermain air. Ayah mengajak kami duduk bersila membelakangi laut. Saat ombak datang kami terseret ke pantai. Rasanya sangat seru, karena kita tidak melihat kapan ombak datang. Sementara ibu hanya bermain air di tepi pantai dan memotret kami melalui kameranya.
Setelah puas bermain air, ayah mengajak kami menulis di pasir. Tulisan yang kami buat saat itu adalah “Happy Family”. Ketika melihat hasil potretan ibu di kameranya, ternyata bagus juga.
Tak terasa sudah jam 12 siang, matahari sudah sangat terik. Ayah dan ibu mengajak kami untuk membersihkan diri. Setelah bersih, kami sholat dhuhur berjamaah di mushola dekat tempat kami mandi. Acara dilanjutkan dengan menikmati bakso hangat di warung di pinggir pantai, rasanya enak sekali makan sambil melihat keindahan pantai.
Saat perjalanan pulang aku dan adik tertidur pulas. Saat kami bangun, tahu-tahu kami sudah berada di rumah. Sungguh menyenangkan liburan kali ini. Aku tidak sabar ke pantai lagi bersama ayah, ibu dan adik. Aku pun kembali tertidur sampai pagi karena masih kecapekan.
Puisi dikenal sebagai salah satu bentuk karya sastra dengan penyampaian bahasa yang ringkas, sarat akan makna, dan cenderung menggunakan ungkapan konotatif (bukan sebenarnya). Sedangkan puisi anak secara umum adalah puisi yang pada penggunaan bahasanya cenderung lebih sederhana jika dibandingkan oleh puisi yang dibuat oleh orang dewasa. Karya yang dibuat pun sesungguhnya adalah hasil imajinasi dari pemikirannya yang berada pada ranah seputar kehidupan dunia anak-anak.
Berikut ini adalah beberapa contoh puisi anak-anak yang bertemakan tentang lingkungan :
Contoh Puisi 1 :
Hamparan Hijau
Hamparan hijau terbentang luas Darinya muncul kehidupan Tanah subur penumbuh hasil bumi Aneka satwa berkeliaran Segalanya terkumpul dalam satu lingkungan Hamparan hijau terbentang luas Batang-batang kayu besar nan kuat elok dipandang mata Tak hanya elok nan cantik rupanya Batang besar pun mahal harganya
Hamparan hijau terbentang luas Tersimpan kekayaan besar darinya Hingga berbondong-bondong para penjahat berkapak Penjahat berkapak kini tak lagi berkapak Mesin-mesin gergaji bermata dua sebagai gantinya
Hamparan hijau terbentang luas Semakin berkurang hamparannya Akibat penjahat berkapak yang tak lagi berkapak Satu dua pohon tumbang Oleh raungan gergaji mesin bertuan penjahat
Hamparan hijau terbentang luas Kini tak lagi terlihat hamparannya Hanya hijau yang berlubang Lambat laun tak lagi hijau Semua tumbang tak tergantikan
Hamparan hijau terbentang luas Kini menjadi hamparan luas berwarna suram Tak ada lagi batang kayu kokoh nan kuat Tak ada lagi sumber kehidupan Tak ada lagi kumpulan hewan Semua musnah akibat keserakahan Para penjahat berkapak yang tak lagi berkapak
Oh Tuhan Ampuni kami Yang tak mensyukuri nikmat besar-Mu Yang telah lalai tak menjaga hamaparan hijau-Mu Yang telah merusak batang-batang kayu kokoh nan kuat milik-Mu
Oh Tuhan Jangan hukum kami dengan bencana yang datang silih berganti Akankah hamparan hijau akan terganti Dengan hamparan hijau yang baru Akankah banjir dan longsor ini Akan mampu menghapus dosa-dosa kami
Oh Tuhan Tumbuhkan kembali hamparan hijau-Mu Untuk kehidupan kami Dan anak cucu kami di masa mendatang
Contoh Puisi 2 :
Hutanku Hutanku nan ribun Hutanku yang hijau Engkaulah paru-paru kami Engkaulah pemberi nafas kehidupan ini Oh Hutanku
Akan tetapi apa yang terjadi denganmu kini Engkau tak lagi rimbun Tak lagi hijau Paru-paru kami pun telah rusak Pemberi nafas kehidupan pun tengah sesak
Hutanku Ada apakah denganmu kini Kulihat dari kejauhan Sekelompok orang sedang memotong-motong dirimu menggunakan gergaji-gergaji besi yang amat besar Gigi-gigi dan mata mereka berkilatan Menyeringai menandakan keserakahan
Hutanku Apakah yang terjadi denganmu kini Kulihat dari kejauhan Sekelompok orang membakar dirimu Tangan-tangan mereka kotor dengan bekas abu dimana-mana Tangan-tangan mereka juga kotor Dengan lumpur dosa yang menghinakan Mata dan gigi-gigi mereka juga menyeringai Menampakkan ketamakan umat manusia
Hutanku Tak adanya dirimu Adalah kepunahan bagi kami Tak adanya dirimu Adalah kebinasaan bagi kami
Hutanku Bilakah kau subur kembali Bilakah kau rimbun kembali Akan kujaga sampai mati Jika kau mati Maka kami pun akan mati
Contoh Puisi 3 :
Sampah
Kau adalah kumpulan benda terbuang Keberadaanmu menimbulkan masalah masalah lingkungan masalah kesehatan dan juga masalah-masalah lainnya
kau adalah wujud dari konsumtivitas tak terkendali sekumpulan orang berusaha untuk memusnahkanmu namun sayang seribu sayang keberadaanmu adalah sebuah niscaya yang menunjukkan bukti bahwa manusia takkan pernah berhenti menciptakanmu sebagai hasil dari kegiatan mereka untuk bertahan hidup
kau adalah benda menjijikkan mampukah kau enyah dari hidup kami mampukah kau pergi dari rumah-rumah kami lingkungan kami sekolah kami rumah ibadah kami pergilah sejauh-jauhnya dari pandangan kami namun apalah daya keberadaanmu adalah niscaya
kau sebabkan ribuan bencana kau hancurkan ribuan nyawa kau sebabkan jutaan penyakit dan kau hancurkan ribuan nyawa lagi mampukah kau lenyap dari hidup kami mampukah kau menghilang dari pandangan kami namun sayang seribu sayang keberadaanmu adalah niscaya
siapa engkau yang telah berani-beraninya memasuki kehidupan kami merusak tatanan hidup kami merusak lingkungan kami sebagian orang berupaya menghancurkanmu namun apa daya keberadaanmu adalah niscaya
sekolompok badut berdasi berdiplomasi menarik simpati berkoar-koar menebar janji janji untuk dapat melenyapkanmu dari muka bumi namun apa daya mereka keberadaanmu adalah niscaya
sekelompok aktivis berkaca mata dengan dedikasi dan semangat tinggi berupaya untuk mengolahmu menjadi sesuatu hingga hanya manfaat yang ada padamu namun apalah daya kerugian darimu adalah niscaya
sekelompok anak-anak kumal dan lusuh mengais-ngais dirimu berharap ada sesuatu bernilai darimu namun apalah dirimu engkau hanyalah benda terbuang yang keberadaaanmu adalah niscaya
sekelompok cukong mengumpulkan si pengais berharap menjadikanmu sumber penghidupan namun masih pula menimbulkan masalah karena kerugian darimu adalah niscaya
Contoh Puisi 4 :
Amarah sang Alam amarah alam menegur sang penghuni bumi banjir bandang maha dahsyat serta longsor tak terperi amukan alam memaki makhluk perusak sang perusak hanya terdiam tak berdaya melihat kampung halamannya porak poranda
amarah alam menegur sang penghuni bumi berbagai penyakit datang silih berganti membersamai banjir yang menggenang berhari-hari sang perusak hanya termenug meratapi air bah setinggi bahu membanjiri rumah dan kampung halamannya
amarah alam menegur sang penghuni bumi berharap ia tersadar akan apa yang diperbuatnya namun alam telah terlanjur marah diri sang perusak hanya terdiam menunggu mati
Puisi anak-anak biasanya lebih sederhana dari puisi orang dewasa. Anak-anak menulis puisi berdasarkan apa yang ia senangi,apa yang ia rasakan. Sehingga tema puisi anak-anak itu berkisar diantara kehidupannya sebagai anak kecil. Misalnya mereka suka binatang peliharaan maka cendrung membuat puisi dengan tema binatang peliharaannya,atau membuat puisi tentang orang-orang disekitar dirinya yang ia senangi,tentang cita-citanya dan tentang keindahan seperti: bunga,kebun,burung,kupu-kupu dan sebagainya.
Penggunaan bahasa dan kata-katanyapun lebih sederhana. Lebih lugas seperti sifat kecil mereka,dunia mereka. Dunia yang sederhana namun menyenangkan (indah).
Apakah puisi itu? Puisi adalah : kata-kata indah,kaya makna,bersifat konotatif,dan tidak mengikuti kaidah.Berbeda halnya dengan Prosa.Prosa kata-katanya mengikuti kaedah bahasa (tata bahasa).